Seharian mengenang jejak mantan di Kota Kembang

by - Juli 17, 2017


Kalau kamu termasuk karyawan yang kerja shifting seperti aku, aku yakin kamu ngerasain libur yang tidak pasti. Padahal kan kita butuh kepastian. Itulah yang menyebabkan aku dan kamu tidak bisa bersatu. Kamu tidak memberikan aku kepastian tentang hubungan kita. Dan kamu meninggalkan aku tanpa sebab. Tapi terkadang meskipun kita tidak seperti dulu lagi, meskipun kisah kebersamaan kita sudah berakhir 1 tahun lalu, aku ingin sekali saja mengenangmu di kisah julitku.


Semua berawal dari perjalanan naik Kereta Argo Parahyangan jam 23.20 dari Stasiun Gambir dan tiba di Stasiun Bandung jam 02.45. Sambil menunggu subuh di lobby stasiun, ku seruput kopi hangat. Aaahhhh suasana dingin Bandung yang sudah tidak asing bagiku membuatku merindu tentang kamu. Bandung, kota kenangan awal jadian dan berakhir menjadi mantan. Untuk sehari ini saja, di waktu liburku yang berharga, aku ingin mengingat tentang kamu . Tentang rasa yang tertinggal dan masih membekas di hati, tentang destinasi yang kita kunjungi waktu itu.

Kabut syahdu tanpa ada kamu di Tebing Keraton


Dulu waktu aku masi sama kamu, Tebing Keraton belum se-booming saat ini jadi ga kepikiran untuk kesini. Aku melajukan motorku melewati jalan terjal dan berliku seperti hubungan kita dulu. Kabut-kabut manja menutupi hutan pinus, hawa dingin subuh begitu menusuk tubuh, semakin menambah syahdu suasana pagiku. Sekarang, ketika aku melihat sunrise yang malu-malu muncul menembus kabut itu, aku tidak pernah menyesal belum kesini sama kamu. Karena aku tahu Tuhan pasti punya rencana yang lebih indah buatku.


Tebing Keraton
HTM IDR 14K/ orang
Parkir motor IDR 5K

Dusun Bambu, masih tetap hits dari 4 tahun lalu.



Setelah mata puas dimanjakan sunrise di Tebing Keraton, kukebut motorku menuju Dusun Bambu sambil mengingat tentang kamu. Masih teringat jelas, 4 tahun lalu ada tempat wisata baru di Bandung yang fenomenal. Aku merajuk sama kamu untuk datang ke tempat tersebut. Itu kedua kalinya aku nge-date bareng kamu naik motor menempuh waktu 1.5 jam dari Kota Bandung. Suasana pedesaan melewati pematang sawah, resort yang di kelilingi danau buatan, terik matahari dingin udara sejuk yang menyinari resto sangkar burung ciri khas Dusun Bambu, suara menenangkan jiwa dari gesekan daun-daun pohon pinus. Bedanya sekarang ada playground yang ramah anak, ada spot foto menggunakan hammock, ada taman-taman cantik mengelilingi tulisan Dusun Bambu. Tapi tidak ada kamu lagi.


Dusun Bambu
HTM IDR 25K/ orang

Floating Market, tempat nge-date pertama kita



Setelah nostalgia manja di Dusun Bambu, kulajukan lagi motorku dengan medan berkelok naik turun menuju Floating Market. Menatap nanar, aku teringat 1 minggu setelah jadian, kamu mengajak aku nge-date untuk pertama kalinya. Floating Market saksi bisu bahwa aku dan kamu pernah saling menggenggam erat tangan satu sama lain. Sambil mengitari pasar terapung buatan, melihat keluarga bermain bebek-bebekan, membahas obrolan ringan tentang masa depan. Seiring waktu ternyata kita tidak bisa lagi berjalan berdampingan. Floating Market pun kini semakin berkembang. Di dalamnya sekarang ada kolam renang khusus perempuan, ada taman-taman cantik dan arena bermain outbound, ada juga spot foto sekaligus penyewaan hanbook dan kimono ala Jepang dan Korea. Semakin inovatif. Sayang sekali untuk harga sewa kimono dan hanbook seharga IDR 75K terlalu mahal menurutku. Mungkin kalau aku kesitu lagi sama kamu, aku akan merengek habis-habisan agar kita bisa berfoto ala oppa dan unnie Korea. Tentu kamu masih ingat kan destinasi impianku Jepang dan Korea???


Floating Market
HTM IDR 25K/ orang free kopi/ coklat panas
Parkir Motor IDR 10K

Boscha, destinasi impian yang tidak menjadi kenyatan


Hari menjelang sore, dan aku harus mengejar kereta kembali ke Jakarta. Ku putuskan untuk menyudahi nostalgiaku dengan Floating Market dan menuju ke suatu tempat. Kamu pasti ingat Film Petualang Sherina kan? Mengambil setting penculikan Saddam di Boscha, akupun juga ingin ‘menculik’ kamu mengunjungi tempat tersebut. Namun karena Boscha bukan tempat wisata melainkan tempat penelitian, perlu perijinan ketat untuk masuk ke dalamnya. Jadi teringat akan kamu yang tidak diijinkan menjalin hubungan denganku oleh orang tuamu. Mungkin itu juga salah satu sebab kamu tidak pernah mengenalkan aku ke keluargamu.

Observatorium Boscha
Kunjungan umum hanya di hari sabtu jam 09.00 - 13.00

Farm House, tempat yang baru ada ketika aku dan kamu sudah tidak bersama.



Setelah mengunjungi Boscha, kukebut lagi motorku melewai jalanan menuruni Lembang yang macet dan kemacetan itu karena adanya Farm House. Yaa Farm House, baru ada sekitar 1 tahun lalu. Mengangkat tema wisata ala-ala Belanda dan yang menjadi daya tarik adanya rumah hobbit. Teringatku akan kamu yang suka nonton The Lord Of The Ring. Tak banyak yang bisa aku katakan tentang Farm House. Tempatnya kecil dan selalu penuh dengan pengunjung yang selfie disana sini. Tapi ada satu spot yang menarik bagi pasangan, yaitu adanya gembok cinta. Sayang sekali kamu bukan travel-mate ku lagi. Dan kunci gembok hatimu mungkin sudah berpunya di lain hati.



Famr House
HTM IDR 25K/ orang free susu segar
Parkir Motor IDR 10K


Kusudahi perjalananku ini mengenang tentangmu yang pernah mengisi hariku. Kembali ke Jakarta tempatku untuk mengejar asa. Dear mantan, terima kasih sudah menjadi bagian masa laluku. Melukiskan kisah pahit manis ketika menjalin hubungan denganmu. Menjadikan setiap sudut Kota Bandung mengingatkan aku tentangmu. Aku tidak pernah menyesal mengenalmu. Dari mantanmu yang sekarang makin cantik dan julit.

*kalau mau sewa motor di Bandung cek aja instagram @sewa_motor_bandung 

You May Also Like

9 komentar

  1. Balasan
    1. engga juga kak. umur saya udah mau 24 hehe. kenapa memang kak?

      Hapus
  2. Mba solo traveling
    Atau.... sama 'kamu' yang lain?




    Wk

    BalasHapus
  3. Waaah, Mbak. Ini mah tempatnya tambah ga bisa move on dari mantan... Hiks Hiks #KoqCurcolyaa

    BalasHapus
  4. udah move on kok shayyy tinggal move up nya ajaaa hahaha

    BalasHapus
  5. Tantee... kamu setrong bisa datang untuk kedua kalinya ketempat kenangan bareng mantan dulum sambil mengenang lagi... sing penting negenangnya dengan kebahagiaan ya tan..

    Cepet move on dong.. haha

    BalasHapus
  6. Aku belum pernah kesana tante julit~ ajak aku dong.. Muehehe~
    Btw seru bacanyaaaa :D

    BalasHapus
  7. wuihhhh seterongg euy~


    ayoo move on move on! :)

    BalasHapus