7 Hal Anti Mainstream Yang Harus Kamu Lakukan di Nusa Penida.

by - Oktober 03, 2017


Bali bukan melulu soal Pantai Kuta yang padat bulenya, bukan melulu soal patung Garuda Wisnu Kencana yang dari jaman aku SMP masih belum selesai juga proses pembuatannya. Lebih dari itu, Bali adalah provinsi yang serba ada. 5 kali kunjunganku kesini rasanya aku bosan menikmati tempat wisata yang itu lagi itu lagi. Kali ini tujuanku ke Bali ingin mengunjungi Nusa Penida. Tempat yang dari 4 tahun lalu aku impikan akhirnya kesampaian juga. Perjalanan julit tiada akhir dengan partner julit terjulit Kak Brenda. Sungguh penuh dengan intrik ckckckck.


Btw ini real experience bukan hasil copas. Siapkan mental dan pacu kelihaianmu dalam menggunakan motor. Dan jadilah wanita antar kota lintas provinsi yang sesungguhnya. Karena Nusa Penida itu luas gengs. Untuk mengunjungi 1 lokasi wisata ke lokasi yang lain butuh waktu at least 2 jam. Tapi semuanya worth it. Dan 7 hal anti mainstream ini kayanya cocok banget buat kalian yang ingin merasakan sisi lain Bali di Nusa Penida. Check this out gengs.

1. Rent A Bike And Get Tanned


Kalau ga mau go to the song di Nusa Penida, insist minta helm ke abang sewa motornya. Karena pas kita turun dari fast boat langsung deh bli bli nya nyamperin dan nawarin sewa motor dengan harga 70rb per hari tapi ga dikasi helm alasannya adalah di sana polisi aman dan mereka tergabung dalam komunitas sewa motor Nusa Penida gitu. Alhasil selama disana kita ga pake helm dan kulit eksotis mendadak. Pastikan bensin full tank terus karena kalian akan mendaki gunung lewati lembah, masuk perkampungan keluar hutan gitu aja terus sampai ke tempat tujuan. Padahal pesona Nusa Penida luar biasa tapi masih untouristic.

2. Kelingking Beach, lokasi shooting drama "Descendant Of The Sun" versi Bali


Siapa sih yang ga kenal drama Korea ter-baper Descendant Of The Sun? Ituloh cast song-song couple fenomenal yang membuat hari patah hati internasional, Song Joong Ki dan Song Hye Kyo. Di drama DOTS ada scene lokasi shooting kapal karam di tengah pantai dikelilingi tebing dan lautan berwarna biru yang begitu menggoda, ternyata itu lokasinya di Navagio Beach, Yunani. Ga perlu jauh-jauh ke Yunani, kalian bisa dapetin pemandangan persis seperti di Navagio Beach ini di Kelingking Beach, Nusa Penida, Bali. Bedanya adalah Kelingking Beach ga ada kapal karamnya, tapi gunakan imajinasi kalian seolah-olah ada kapal karam di tengah pantai terus kalian main kejar-kejaran di sana bareng pasangan kalian berasa kaya song-song couple. So sweet.


Tante Julit Tips : Waktu yang kece datang ke Kelingking Beach adalah siang menuju sore. Pantai ini enaknya dilihat dari atas, kalau kalian mau turun ke pantainya harus melalui jalan terjal curam berliku dan butuh waktu kurang lebih 1.5 jam. Kalau kalian cuma punya waktu sebentar di Nusa Penida aku ga menyarankan turun ke pantainya karena akan makan waktu.

3. Angel Billabong, Infinity Pool-nya Nusa Penida


Satu lokasi dengan Broken Beach membuat Angel Billabong harus dikunjungi. Ekspektasiku adalah aku bisa nyemplung di Angel Billabong terus santai di pinggir kolam sambil nikmati deburan ombak berasa lagi berendem di infinity pool-nya Marina Bay Sand Singapore. Realitanya adalah waktu aku kesana lagi ada renovasi jadi ga bisa nyemplung.

Tante Julit Tips : Menuju Angel Billabong dan Broken Beach itu penuh perjuangan. At least kita harus tempuh 1 jam dari pertigaan jalan dengan kondisi jalan rusak parah dan berdebu. Siapkan masker dan kacamata manja. HTM untuk Angel Billabong dan Broken Beach adalah IDR 5000 /motor. Nanti kalau kalian sudah memasuki kawasan tersebut, jangan lupa mampir foto di sebelah kanan kalian karena ada rangkaian tebing yang bagus banget. Pokoknya worth it deh.

4. Nenda cantik di Broken Beach


Hal yang ingin banget aku lakukan nanti kalau aku ke Nusa Penida lagi adalah pasang tenda dan hammock terus menginap semalam di Broken Beach. Seriously, you should do this. Why? Karena emang beneran bagus banget. Bayangin kalau kita tidur ditemani deburan ombak dan angin pantai yang bikin masuk angin. Terus paginya disuguhi pemandangan hamparan laut yang biruuuuuu banget dan rangkaian tebing dihantam ombak yang bikin seger mata. Ughlala I called it heaven.




6. Crystal Beach, spot diving dan sunset kece di Nusa Penida


Next, aku ingin ambil diving license, jadi aku bisa menikmati keindahan bawah laut Indonesia. Karena menurutku Crystal Beach sama seperti pantai lainnya, cuma disitu emang pas banget buat yang mau snorkeling atau diving. Terus kalau kamu mau sewa kapal buat dateng ke pulau di tengah Crystal Beach juga bisa kok. Sayang banget aku kesana siang, jadi ga bisa menikmati sunset syahdu di Crystal Beach.

Tante Julit Tips : Sumpah yaa, menuju ke Crystal Beach itu jangan pakai SIM C tembakan alias asal bikin. Jalanan menuju Crystal Beach turun curam banget dan menukik, ngeri deh. Jangan pakai rem motor depan kalau ga mau terjungkal. Gratis kok kalau mau ke sini.

7. Atuh Beach dan Raja Lima, kalau punya waktu harus mampir kesana.

Sebenarnya, aku dan Kak Brenda sudah sampai di kawasan Atuh Beach dan Raja Lima, tapi karena kami mengejar jadwal kapal, alhasil kami harus gigit jari karena cuma bisa sampai jalan dimana motor sudah tidak bisa lewat lagi. Harus jalan kaki kurang lebih 2 km lagi ke pantainya. Kecewa? Pasti! Tapi lain kali kami harus kesana. Menurut warga setempat, Atuh Beach itu cocok untuk melihat sunrise. Dan Raja Lima itu lokasinya juga bersebelahan dengan Atuh Beach, mini Raja Ampatnya versi Bali.


Tante Julit Tips : kalau ingin eksplore Nusa Penida Timur, sebaiknya habiskan seharian di Atuh Beach dan Raja Lima. Kamu akan di suguhi pemandangan yang bagus banget sepanjang jalan menuju Atuh Beach dan dari kejauhan akan tampak Bukit Teletubies. Jalannya mulus, tapi berkelok dan curam, jadi stay safe yang gengs.

8. Mau ngerasain jadi real backpacker? Jangan sewa hotel, coba habiskan malammu di rumah warga lokal.

Kami berangkat ke Nusa Penida dengan pengetahuan yang minim tentang pulau tersebut. Kejadian ini sebenarnya tidak disengaja. Karena sudah terlalu sore tiba di Kelingking Beach, dan kami belum booking hotel, kami tanya warga sekitar dan kami pun menginap di rumah warga lokal, dengan ditemani kamar yang disulap sedemikian rupa menjadi penginapan dadakan, lampu temaram, menghemat air untuk mandi, tapi semua itu sirna dengan keramah tamahan menyambut kedatangan kami. Dingin alami bukan dari AC pun terasa hangat ketika disuguhi mi rebus.


Terima kasih untuk Bu Maedi dan keluarga, yang sudah mau membukakan pintu untuk kami berdua ketika malam menjelang dan hotel jarang. Benar-benar pengalaman yang tak tergantikan.

Gimana gengs, ngiler ga ngelihat birunya laut Nusa Penida??? Yuk ke Nusa Penida. Cuma 30 menit doang nyebrang dari Bali. Thanks to Google Maps yang sudah melek lokasi wisata hits di Nusa Penida dan Telkomsel yang sinyalnya bisa full sampai di ujung Nusa Penida dan aku jamin kalian bakal merasakan petualangan yang sesungguhnya. See you when I see you again Nusa Penida, my bucket list finally TERCORET. 

You May Also Like

0 komentar