Drama 12 Jam ke Tana Toraja, Emang Bisa????

by - Agustus 07, 2018

"Cynt, sayang banget kalau udah ke Sulawesi Selatan tapi ga ke tator (Tana Toraja)", kata Kak Desoy.
"Setdah, jauh bet kak, 12 jam itu baru perjalanan doang dari Makasar ke Tana Toraja, ga cukup waktunya. Apa ke apparalang aja? 5 jam dari Makasar tapi susah transportasi umumnya".
Setelah dilema pilih Tana Toraja atau Apparalang, dan akhirnya ke Toraja juga. Drama julit apa yang akan terjadi di Toraja??? Yuk cusssss.

19.00 WITA

Pesen grab car dari Makasar menuju perwakilan Bis Primadona. Sepanjang perjalanan kita bercanda dengan sang driver
"Kak tahu tidak ini namanya jalan apa?", kata si driver.
"Mana kita tahu", sahut Kak Desoy
"Ini kalau siang namanya Jalan Perjuangan. Kalau malam namanya Jalan Kesenangan, kanan kiri bar semua"
"Berarti ini namanya Jalan Pejuang Kesenangan"
Dan kami tertawa sepanjang jalan.

19.30 WITA

Kita sudah ada di perwakilan bis. Setelah booking via telepon, kita langsung samperin ticketing dan melakukan pembayaran. Harga bisnya 150.000/ orang, yang lucu disini kenapa mereka harus 2x kerja?? Jadi kita harus nunggu elf, si elf ini akan ngangkut kita ke terminal Daya, sampai di terminal kita baru naik bis tersebut. Jadi sambil menunggu elf nya datang, kita ditanya sama kenek bis.
"Ke Toraja kah kak?"
"Iya kak"
"Naik bis yang harga berapa ki?"
"150.000"
Dan kita langsung dicuekin.

Nunggu lagi, ga berapa lama ada kenek lagi yang nyamperin menanyakan hal yang sama.
"Ke Toraja naik bis harga berapa kak?"
"150.000"
Dan dicuekin lagi. 2x loh dicuekin astagaaaa mentang-mentang kita ga ambil bis yang harga 300.000 ckckck

Dan untungnya drama dicuekin itu berakhir karena elf kita datang dan butuh waktu kurang lebih 15 menit untuk sampai ke terminal. Di terminal kita ditarik retribusi 2.000/ orang, dan nunggu giliran bis kita di panggil (efek bis murah kali yaa jadi dipanggilnya rada belakangan hahaha). Terus kita baru cari-cari sewa motor, dan alhamdulilah kita ditolong Kak Ino (kita dapat kontaknya dari grup FB Backpacker Makasar). Awalnya dapat harga 100.000/hari tapi setelah nego, akhirnya dapat harga 80.000/hari.

21.00 WITA

Bis Primadona yang akan membawa kita selama 10-12 jam perjalanan ke Toraja. Sempet suudzon seberapa jeleknya bis ini sih sampai-sampai kita dicuekin 2x ama keneknya, tapi not bad lah. Bisnya bagus kok ada selimut sama bantalnya. Nyaman kok untuk ukuran harga 150.000 tapi bedanya dengan bis antarkota di Pulau Jawa adalah bis antarkota di Sulawesi ga mampir di tempat makan. Jadi selama di bis yang kita lakukan adalah merem, melek, nahan pipis dan mabok. Bismillah, Toraja we're coming ...

05.00 WITA

Tiba - tiba aku kebangun karena bisnya berhenti, udah sampe mana nih? Aku cek Maps dan ternyata kita udah sampai di Toraja dong. Daebaaakkkkkk ga nyangka loh aku bisa sampai disini. Terus aku bangunin Kak Desoy
"Kasoy, bangun!! Kita udah nyampe di Toraja!"
"Masa cynt?"
"Iyaa kak, tapi aku cek di Maps Rantepao masih 1 jam lagi"
dan tiba-tiba Kasoy jackpot dong (muntah) hahahaha

06.00 WITA

"Rumah doa Rantepao, rumah doa Rantepao", kenek bis teriak.
Sambil sempoyongan karena baru bangun tidur, kita buru-buru turun dari bis.

Selamat pagi Torajaaaaaa. wuhuuu dinginnyaa makseeerrr gituuu brrrr (aku kira bakal panas disini). Akhirnya sambil nunggu dijemput Kak Ino, aku numpang pipis di Alfamidi (the one and only in Rantepao). Ga berapa lama, seseorang perawakan ga begitu tinggi, dengan kumis dan jenggot menghias wajahnya, dan sarung tersampir di bahunya, nyamperin kita.
"Desi ya?"
"Iyaa kak"
"Yuk ikut saya, motornya ada di basecamp, kalian juga bisa sekalian bersih-bersih di basecamp"
uwuuuuu baik banget Kak Ino. Dari Alfamidi kita jalan kaki 5 menit nyampe deh di basecamp. Dan Kak Ino mempersilahkan kita untuk bersih-bersih dan melepas lelah. Alhamdulilah ketemu kasur dan kita berdua pelor.

Lagi tidur pules-pulesnya tiba-tiba pantat aku di tepok
"Cynt, gila lu, tidur pules banget, bangun lu"
"Jam berapa nih?"
"Jam setengah 7, buru mandi, terus cari makan, laper gue"
Ngumpulin nyawa bentar terus mandi. Gilaaa itu aku berasa lagi di Bandung cuy, airnya dingin bangeet. Udah kelar beres-beresnya kita ngobrol sama Kak Ino dan temennya (aku lupa siapa namanya) 
"Kalian bener di Toraja cuma sehari aja?"
"Iyaa kak, enaknya kemana?"
Kita diberi arahan kesini kesitu kesana kemari.
"Ngerti lu cynt?" 
"Ngertiin aja duluuu"
"Yaudah kak kita berangkat yaa, nitip tas yaa kak"
"OK"

Wuhuuuu akhirnya aku bisa cobain naik Xride (thanks Kak Ino motornya udah dicuci dulu), dari dulu pengen coba naik motor trail tapi karena aku terlalu bogel, pupus sudah impian nyobain motor trail. Tapi kemaren di Toraja, aku naik Xride, dan sumpah motor matic yang kece parah. Ku kendarai Xride ini pelan-pelan, sambil mata lirik kanan kiri kali aja nemu orang jual sarapan at least bubur ayam atau nasi uduk lah, tapi ga nemu huhuhu. akhirnya kita langsung cuss ke destinasi pertama. 

09.00 WITA >> Kete Kesu


Dari Rantepao ke Kete Kesu hanya 20 menit pemirssaahhh. Deket banget khan?? Jadi dari jalan raya kita akan nemu simpang patung kerbau, terus belok deh ke jalan yang lebih kecil, ikutin deh jalannya. Sayang jalannya agak jelek dan berlubang padahal sebenarnya pemandangannya bagus banget, kanan kiri rumah tongkongan.

Sampai di Kete Kesu, kita parkirin motor di lahan yang minim, dan cari orang jualan nasi, tapi tetep ga nemu, karena warungnya jualan pop mie. Di kala lapar melanda, tiba-tiba Kasoy nyeletuk 
"Cynt, gue ada roti nih cynt, tapi udah kadaluarsa sehari, gapapa kali yaa kit makan ini, daripada makan mie cynt, enek gue", kata Kasoy sambil keluarin roti dari dalam tas. Begitu di cek yaahhh udah jamuran.
"yaudah kak di pilihin roti yang masih bagus aja yang ga ada jamurnya" kataku sambil melas milihin roti yang ga berjamur.
"nih cynt sekalian ada susu coklatnya"
sedih bet gue kala itu hahaha 
"udah lumayan keisi nih perut gue, masuk yuk"
tuh banyak ayam wkwk
Ga afdol rasanya kalau ke Toraja ga ke Kete Kesu. Aku kira tempatnya besar, ternyata kecil tapi bersih banget, meskipun banyak ayam sama anjingnya. Yuk ah cuss jepret manjaaa.



Puas foto-foto kita ke makam yang ada di belakang Kete Kesu. Jangan lupa ucap salam. Dan aku beneran bisa ngeliat tengkorak manusia real gengs! Karena ternyata kita berdua penakut, jadi ga lama-lama disitu padahal sebenarnya kalau kita jalan ke belakang lagi ada gua katanya. Tapi kita ga kesana karena takut wkwkwk
Ada hal berkesan disini. Jadi waktu aku nungguin Kasoy ke toilet, tiba-tiba ada bapak-bapak mungutin sampah plastik dan dimasukin ke tong sampah, sambil senyum ke aku beliau berkata "kita harus menjaga Kete Kesu dan lokasi wisata lain di Toraja tetap bersih, biar wisatawannya betah dan kembali lagi kesini". Waahhh keren yaa gengs.

11.00 WITA >> Londa

Lalu kita lanjutkan destinasi kedua yaitu Londa. Jadi jalan ke Londa agak naik dan turun berkelok dan banyak banget bakal kalian nemuin eek kerbau sepanjang jalan. Begitu sampai Londa kita langsung cari warung dan ujung-ujungnya makan mie rebus pakai nasi (orang Indonesia sist, kalau ga makan nasi ga kenyang). 

Setelah selesai makan kita masuk ke wisatanya. Sebenarnya yang menarik dari Londa adalah kita harus masuk ke Goa dan di kanan kirinya tengkorak manusia dan kita bakal jongkok merayap gitu sembari ngelewatin celah gua. Biar feelingnya makin dapet, kita bisa sewa lampu petromaks yang disewakan warga setempat seharga 20.000. Kalau di bayangin mungkin kaya film Mummy kali yaah. Dan sekali lagi, monmaap gengs, kita ga lama-lama disana dan kita ga masuk ke goanya karena penakut wkwkwk

Puas ke Londa, tadinya kita mau ke Lemo, tapi karena dengan pertimbangan Lemo juga wisata makam, akhirnya kita skip Lemo. Tapi saran aku sih jangan di skip gengs, soalnya meskipun sama wisata makam tapi beda aja gitu feel nya.

12.30 WITA >> Patung Yesus Buntu Burake


Dari Londa ke Buntu Burake butuh waktu 1 jam karena Patung Yesus Buntu Burake ini berada di atas puncak bukit jadi jalannya benar-benar curam dan berkelok. Jadi hati-hati yaa bawa motornya.

Oh iyaa kita harus bangga gengs, karena Patung Yesus di Buntu Burake ini yang tertinggi di dunia mengalahkan Patung Yesus yang ada di Rio de Janeiro Brasil loh. Patung Yesus ini juga merupakan kebanggan masyarakat Toraja yang mayoritasnya beragama Kristen dan sekaligus menjadi tempat wisata religi. Karena Indonesia itu Bhinneka Tunggal Ika, jadi kita harus saling bertoleransi dan saling menghargai. 

Ga banyak foto disitu, karena kita lebih milih berlindung dari hawt nya matahari di bawah patung. (sumpah itu panas banget ga bohong, karena letaknya di puncak bukit dan disana masih gersang ga ada pohon).

14.00 WITA >> Makan siang
"Cynt, kita harus makan nasi! harus cari warung nasi!"
laaahhh sepanjang jalan kita nemunya warung jualan bakso babi, nasi babi, gimana dong? Akhirnya, alhamdulilah kita ga sengaja nemuin warung muslim (yang setauku sepanjang jalan kita di Toraja cuma satu doang). Its okay, yang penting kenyang. Selesai makan kita langsung cuss ke destinasi terakhir.

15.30 >> Kalimbuang Bori 

ini pemandangan waktu mau ke Bori
Terletak di Toraja Utara, jadi kita harus kembali melewati Rantepao dan ikuti arahan Maps. Jalan menuju Bori sempit dan ga muat untuk 2 mobil, jadi kalau ada 2 mobil lawan arah salah satunya harus ngalah. Jalannya muluss banget dengan kanan kiri sawah, benar-benar terpencil (kalau kata orang surabaya itu "mblushuk"). 
ekspresi kegirangan
Begitu sampai depan pintu masuk shock gitu, tempatnya kecil banget. Persis seperti Situs Megalitikum Gunung Padang di Cianjur yang isinya batu. Bedanya adalah kalau di Gunung Padang batunya persegi panjang besar dan posisinya horizontal, kalau di Bori batunya lonjong besar dan posisinya vertikal. 

Drama kala itu di loket masuk Kalimbuang Bori antara aku, Kasoy, dan bapak loket.
"Cynt, lu bawa kartu mahasiswa ga? Ish gue lupa bawa tau"
"Oh ada nih gue"
"Yaahhh gimana dong pak, cuma temen saya doang yang bawa kartunya" (kasoy pasang muka melas)
"Tapi masih mahasiswa semua kan?", tanya bapak loket.
"Iya pak", jawab kita berdua penuh semangat membara.
Daaannn bapaknya percaya dong kalau kita masih mahasiwa dan dikenakan biaya tiket untuk mahasiswa 5.000 sajaaa wkwk padahal kalau umum harga tiketnya 15.000. Inilah yang kusebut kejulitan haqiqi gengs.


Pulang dari Kalimbuang Bori, ga jauh dari situ kita lihat ada anak-anak sedang bermain, terus mereka excited kita datangi. Kita juga foto-foto bareng mereka. Setelah kita tanya pernah ga ada kakak-kakak yang kesini? Mereka jawab kita berdua yang pertama kali datang kesini. aargghh pokoknya seneng banget deh kemaren ketemu dan interaksi sama mereka meskipun cuma sebentar.

17.30 >> Tempat oleh - oleh

Akhirya kita kembali ke Rantepao sekaligus beli tiket bus pulang ke Makassar. Kita pilih bus senemunya aja dengan harga 140.000, lebih murah 10.000 dari bis Primadona tapi fasilitas yang kita dapatkan sama, yang penting kan nyampe Makassar lagi. 

Oh iyaa di Rantepao banyak sekali kios yang menjual oleh-oleh berbau Toraja, misal kopi, gantungan kunci, kain iket dll. Nah waktu keliling cari oleh-oleh tiba-tiba brrrr ujan deres banget, sempet kebasahan waktu baru sampai kios. Akhirnya aku beli kopi Toraja yang sebungkus harga 10.000 sama kain iket harganya 15.000 (harga kain iketnya sama kaya yang di Bajo). Terus akhirnya kita balik ke basecamp ditemani gerimis manja.

20.00 >> Back to Makassar
sebenernya kita ada foto yang lebih gede dari ini tapi entah kenapa ilang huhuhu
Sampai di basecamp kita istirahat sebentar. Seperti biasa gengs, aku tukang masuk angin, karena selama naik motor aku lupa ga pake jaket, makan telat, dan sempat kehujanan. Akhirnya aku minta tolong Kasoy buat ngerokin. Nah karena bertahak sendawaku ga nyantai sama sekali akhirnya Kasoy ga sanggup ngerokin aku lagi dan malah muntah ahelaahh. Akhirnya aku dikerokin sama Kak Ino (waktu di Bajo aku di kerokin Candra baca ceritanya disini). Please jangan dibayangin ... ini yang masuk angin siapa yang muntah siapa ... kocak banget dah.

Karena kita udah di telponin sama pihak perwakilan bus untuk stand by di Alfamidi lagi, kita pamit sama Kak Ino dkk. Jam 20.00 kita udah  otw lagi ke Makassar. 

05.00 WITA >> Welcome again to Makassar and time to say goodbye

Jadi bis dari Toraja itu rata-rata sampai di Bandara Sultan Hasanudin Makassar paling telat jam 5 pagi gengs. Jadi bisa kerja untuk flight paling pagi pulang ke Jekardah. See you when I see you again South Sulawesi.

Tips buat kalian yang mau ngejulit nekat ke Toraja cuma sehari :
- Prefer sewa motor, kalian bisa sewa motor di Kak Ino (instagram @intoraja) biar bisa dapet semua wisata Toraja dalam sehari, yang penting fotonya kan.
- Pakai baju warna cerah, karena disana wisata makam jadi suasanya kaya gelap gitu meski terang banget (biar mentereng gituloh), kalian kan lagi liburan. Malah waktu itu sempet ada orang nyeletuk pas di Kete Kesu "aku suka style nya nih keren" (dalam hati iyaaalahh gue gituloh wkwk)
- Selalu bawa kacamata dan jaket karena nanti di Buntu Burake hawt bin syilauw
- Bawa cemilan atau makanan at least kalau kalian ketemu sama anak-anak kecil kalian bisa berbagi (disana ga bertebaran alfamart indomaret gengs), itung-itung camilan itu bisa kalian makan sendiri karena disana susah nemuin warung muslim.
- Selalu hargai dan junjung tinggi toleransi adat istiadat setempat, ucapkan salam sewaktu masuk ke wilayah makam, jangan iseng bawa pulang tengkoraknya, jangan nyampah sembarangan, jangan alay bikin coret-coretan. Keempat wisata yang aku datangi di Toraja semuanya bersih dari sampah dan coretan alay. Jangan rusak keindahannya yaa.

Menurutku Toraja itu Bali rasa Bandung. Adat dan budaya kental seperti Bali dan hawa sejuk seperti Bandung. Waktu yang tepat untuk ke Toraja sebenarnya di Bulan Desember karena ada festival Toraja. Sebenarnya kalau 1 hari saja ga cukup untuk menikmati Toraja, at least 2 hari lah disana, karena masih banyak wisata lain yang belum kita kunjungi. Tapi kalau ingin "must to do in Toraja" bisa lah kekejar sehari. Jangan lupa pulang bawa kopi Toraja nya yaaa.

Terima kasih Kak Ino dan teman-temannya yang udah berbaik hati memberikan tempat rebahan. Terima kasih Toraja untuk short getaway dan kearifan lokalnya. Aku ga pernah nyangka akhirnya setelah sekian lama aku bermimpi nginjek tanah di Sulawesi itu jadi nyata, malah mampir lagi ke Toraja. Alhamdulilah. Aku selalu ingetin jangan berhenti tulis mimpi destinasi impianmu. Siapa tahu malaikat mendengar dan Tuhan mengaminkan. Jadi abis ini mau kemana? Yang pasti saatnya aku menjelajah dunia di luar Indonesia. See you next julit gengs.

You May Also Like

0 komentar