QRIS Ke-Bhinneka-an dalam Layanan Keuangan Digital

by - November 10, 2019

Bhinneka Tunggal Ika
Berbeda beda tetapi tetap satu jua
Dompet digital makin merajalela
Pusing juga pake kode QR yang mana

Dear sister and brader onlineku, Yaaahhhh kurang lebih pantun ala-ala tersebut sedikit curcol dari aku yang pusing ngeliat meja kasir ketika mau bayar makan di resto atau belanja di outlet favorit. Dari segala macam QR Code dompet digital jaman now terpampang nyata mulai dari OVO, GOPAY, DANA, LINK AJA dll sampai bisa dibilang "nutupi muka mbaknya" hehehe.

Tahukah kamu ada berapa banyak dompet digital di Indonesia ???

Saat ini layanan mobile payment makin populer di Indonesia, menyusul meningkatnya pemakaian ponsel hingga 70 persen dalam lima tahun terakhir di Indonesia. Terlebih, semakin banyak pilihan aplikasi dompet digital tanpa kartu untuk bertransaksi.

Bank Indonesia mengungkapkan saat ini ada 38 dompet digital yang mendapatkan lisensi resmi.

Apa Dompet Digital Favoritku???

Bisa dibilang aku punya 4 dompet digital andalan waktu gajian haha (maklum kalau gajian promo dan cachback bertebaran di semua penjuru mall). Keempat dompet digital favoritku adalah GOPAY, OVO, DANA, dan LINK AJA.

Dompet digital tersebut memiliki keunggulan masing-masing, mulai dari tempat mengisi saldo, berbagai metode tarik tunai, cara pembayaran, dan layanan lain.

Tapi kesamaan mendasar dompet digital adalah semua pembayaran dompet digital bisa menggunakan QR code, ituloohh kode kotak-kotak hitam yang tinggal scan aja.

QR Code atau kode QR adalah sebuah kode matriks (kode dua dimensi) yang dibuat pertama kali oleh perusahaan Jepang Denso-Wave pada tahun 1994. The “QR” berasal dari kata “Quick Response“, sesuai namanya kode ini diciptakan agar kamera digital mampu dengan cepat dan mudah membaca kode/ kalimat/ data yang terkandung di dalamnya. QR Code memuat berbagai informasi di dalamnya seperti alamat URL, teks hingga nomor telepon, QR Code biasanya diletakkan di berbagai produk untuk menunjukkan informasi tambahan dari produk tersebut. Namun saat ini QR Code juga telah menjadi salah satu pilihan untuk sistem pembayaran. Sistem pembayaran QR Code hadir agar transaksi dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan tentunya cashless. Untuk bisa bertransaksi dengan QR Code cukup menggunakan smartphone dan koneksi internet, lebih sederhana dibandingkan sistem pembayaran non tunai lainnya yang membutuhkan kartu tambahan. Transaksi QR Code payment menggunakan sumber dana berupa simpanan dan/atau instrumen pembayaran berupa kartu debit, kartu kredit, dan/atau uang elektronik yang menggunakan media penyimpanan server based.

Tapi sister and brader onlineku, bisakah kalian membayangkan 4 QR code berjejer di meja kasir ??? Penuh banget kan !!! Apa kabarnya kalau misalkan 38 QR dompet digital resmi di Indonesia semua terpampang di meja kasir??? Ga abis pikir akutuh ckckck

QRIS pemersatu semua QR code

Melihat fenomena QR code berjejer tersebut, Bank Indonesia (BI) mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai menggunakan sistem QRIS (Quick Response [QR] Code Indonesian Standard) pada 1 Januari 2020 mendatang.

Lalu, apa itu QRIS?

Sebagaimana dikutip dari laman resmi Bank Indonesia di bi.go.id, disebutkan bahwa QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking.

Setiap penyedia Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) berbasis QR (termasuk PJSP asing) wajib menggunakan QRIS. Ini diatur dalam ketentuan BI dalam PADG No.21/18/2019 tentang Implementasi Standar Internasional QRIS untuk Pembayaran.

Adanya QRIS juga diklaim sebagai salah satu pelaksanaan Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025.

Apa Kelebihan dari QRIS?

BI sendiri mengusung tema semangat UNGGUL,yakni UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung) dari adanya QRIS ini.

Harapannya dengan adanya QRIS, transaksi pembayaran bisa lebih efisien atau murah, inklusi keuangan di Indonesia lebih cepat, UMKM bisa lebih maju, dan pada akhirnya bisa dorong pertumbuhan ekonomi.

Kata BI, makna QRIS itu adalah:

UNiversal, yakni QRIS bersifat inklusif, digunakan untuk seluruh lapisan masyarakat dan bisa digunakan buat transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri.

GampanG, yakni masyarakat bisa bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel.

Untung, yakni transaksi dengan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang bisa digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel.

Langsung, yakni transaksi dengan QRIS langsung terjadi, karena prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran.

QRIS disusun oleh BI dan ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia), yang menggunakan standar internasional EMV Co., yakni lembaga yang menyusun standar internasional QR Code untuk sistem pembayaran.

Jadi, tujuan adanya QRIS ini tak lain agar pembayaran digital jadi lebih mudah bagi masyarakat dan dapat diawasi oleh regulator dari satu pintu.

Bisa Bayar Pakai Aplikasi Apa Saja, ‘Scan-nya’ di QRIS

QRIS digadang sebagai ‘satu sistem untuk semua model pembayaran’. Maka, QRIS bisa digunakan di semua merchant yang kerjasama dengan PJSP seperti Link Aja, Gopay, OVO, DANA, Bukalapak, dan lainnya.

Karena sistem QR Code ini menggunakan Merchant Presented Mode (MPM), pengguna tinggal scan QR Code di QRIS yang ada di berbagai merchant yang menyediakan transaksi nontunai.

Metode QRIS ini terdiri dari 2 media tampilan (display) yang ada di merchant yang menampilkan kode QR yang kemudian di-scan menggunakan ponsel konsumen, yakni:

1. Statis

QR Code ditampilkan melalui stiker atau hasil cetak lain QR Code yang sama digunakan untuk setiap transaksi pembayaran QR Code belum mengandung nominal pembayaran yang harus dibayar, sehingga memerlukan input jumlah nominal

2. Dinamis

QR Code ditampilkan melalui struk yang dicetak mesin EDC/ditampilkan pada monitor QR Code yang berbeda dicetak untuk setiap transaksi pembayaran QR Code telah mengandung nominal pembayaran yang akan dibayar

Salah satu gambarannya, sistem QRIS ini sama seperti ATM Bersama, semua kartu ATM dari berbagai bank penerbit kartu bisa digunakan di ATM Bersama ini. Itulah gambaran dari cara kerja QRIS.

Jadi, dengan sistem QRIS ini, bayar nontunai pakai aplikasi apa saja bisa cukup scan di satu QR Code, yakni QRIS.

Lalu apa yang membedakan QRIS dengan QR Code Payment yang sudah ada saat ini?

Transaksi dengan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual (merchant) karena transaksi berlangsung efisien melalui satu QR Code yang bisa di scan menggunakan semua operator layanan yang ada pada ponsel kita. Sistem QR Code payment yang ada saat ini dinilai masih belum cukup efisien karena tiap penyedia layanan punya mesin dan sistem yang berbeda. Dari sisi penjual (merchant) manfaat yang diperoleh adalah meningkatnya kepraktisan karena hanya diperlukan satu QR Code pembayaran dengan standar QRIS untuk dapat menerima pembayaran dari berbagai macam sumber dana dan/atau instrumen pembayaran yang berbeda. Selain mempermudah transaksi, pemberlakuan QRIS bagi PJSP juga untuk mengatasi munculnya monopoli bisnis yang selama ini dikhawatirkan terjadi. Bila sudah terstandarisasi nantinya sistem pembayaran ini dapat diawasi dengan lebih baik dan satu pintu oleh regulator.

Sebagai ilustrasi, begini cara kerja QRIS itu:

Katakalankah si A punya alat pembayaran GoPay, lalu si B punya OVO, si C punya DANA, dan si D punya LinkAja, serta lainnya. Mereka semua bisa transaksi pembayaran cukup scan pada QRIS di setiap merchant yang melayani pembayaran nontunai.

Artinya, jika si A hanya punya GoPay atau si B punya OVO, tak harus scan kode QR khusus GoPay atau harus scan kode QR OVO bagi pemilik aplikasi ini. Sesuai dengan slogannya ‘satu untuk semua’, apapun aplikasinya, scannya cukup di satu tempat, yakni QRIS.

Transaksi QRIS Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Dalam aturan pelaksanaan QRIS, batas nominal transaksi QRIS maksimal Rp2 juta per transaksi. Akan tetapi, penerbit (PJSP) bisa menetapkan batas nominal kumulatif harian dan/atau bulanan atas Transaksi QRIS yang dilakukan oleh masing-masing pengguna QRIS.

Penetapan batas nominal kumulatif itu dengan syarat penerbit punya pertimbangan manajemen risiko yang baik.

Tapi bank sentral Indonesia dalam aturan QRIS yang diterbitkan itu menyebutkan bahwa dalam penetapan skema dan biaya pemrosesan transaksi QRIS, BI dapat mempertimbangkan rekomendasi dari lembaga standar. BI telah membatasi MDR sebesar 0,7% dari transaksi.

Turis Asing Bisa Gunakan QRIS

BI juga mengungkapkan bahwa QRIS nantinya bisa digunakan oleh wisatawan mancanegara (wisman) pengguna aplikasi QR Code yang menggunakan standar EMV Co. untuk bertransaksi di Indonesia.

Standar ini diadopsi untuk mendukung interkoneksi lebih baik dan bersifat open source serta mengakomodasi kebutuhan spesifik negara. Sehingga memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, termasuk antar negara.

Saat ini, standar itu juga telah digunakan di berbagai negara seperti India, Thailand, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan lainnya.

Jadi, turis asing yang sedang berlibur ke Indonesia bisa dengan mudah bertransaksi di sini karena QRIS disusun dengan standar internasional. Diharapkan, QRIS ini juga bisa mendukung sektor pariwisata di Tanah Air.

Kelemahan menggunakan QR Code

Meskipun begitu masih ada beberapa kendala dari sistem pembayaran menggunakan QR Code yang perlu dibenahi. Sistem pembayaran ini sangat bergantung pada sinyal atau koneksi internet jadi pastikan koneksi internet Sobat stabil agar transaksinya dapat berjalan lancar dan tidak gagal. Selain itu, belum semua merchant menggunakan sistem QR Code, apalagi penetrasi sistem pembayaran non tunai saat ini masih terpusat di kota-kota besar sehingga masih dibutuhkan perluasan penetrasi pembayaran non tunai untuk meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat dan mempermudah transaksi pembayaran. Dari sisi merchant juga masih ada beberapa yang mengeluhkan lambatnya dana yang masuk ke mereka setelah transaksi berhasil.

Pengguna QR Code harus berhati-hati akan pemalsuan kode QR oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sabotase akun pengguna QR Code yang berujung dengan cyber crime (baik mengungkap identitas pengguna atau mengganti QR Code berisi virus atau malware). Maka dari itu dibutuhkan dukungan dari setiap stakeholder pada ekosistem pembayaran digital untuk membangun keamanan guna menghindari ancaman kejahatan, juga bagi perbankan untuk dapat meningkatkan teknologi aplikasi, server, dan sumber daya manusianya.

Agar Terhindar dari Tindak Kriminal Berbasis QR Code

Sulit memang membedakan QR Code yang asli atau palsu, namun ada beberapa langkah pencegahan yang bisa sister and brader onlineku lakukan:

1. Gunakan pemindai atau pembaca QR Code yang memiliki fitur pengamanan sekuriti dan memungkinkan pengguna smartphone untuk melihat seluruh URL sebelum membuka situs web terkait dan analisa apakah alamat yang dituju cukup aman atau berpotensi membahayakan.

2. Jangan sembarangan melakukan pemindaian pada QR Code yang tidak dikenal, harus diwaspadai QR Code yang tidak menjelaskan apapun tentang apa yang mereka tautkan.

3. Periksa QR Code secara fisik, pastikan QR Code tersebut masih asli dan bukan ditutupi dengan QR Code lain dalam bentuk stiker atau lainnya, bila perlu tanyakan ulang pada merchant apakah QR Code tersebut benar.

QRIS demi Kemaslahatan Umat

Salah satu raksasa situs jual beli online di Indonesia yakni Bukalapak, menyambut positif kebijakan BI yang telah meluncurkan QR Code Indonesian Standard.

Bukalapak meyakini dengan adanya QRIS ini akan mendorong inklusi keuangan di tengah masyarakat dan juga akan mendorong nilai transaksi para pengusaha, sebab pembayaran non-tunai tengah digemari masyarakat saat ini.

Chief Financial Officer (CFO) Bukalapak, Natalia Firmansyah mengungkapkan, meski BI baru meluncurkan QRIS pada 17 Agustus lalu, Bukalapak telah melakukan sosialisasi dan menjaring 1.000 mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu untuk menyediakan layanan pembayaran digital berupa QR Code dalam dua bulan terakhir. 1.000 para mitra Bukalapak ini terdiri dari banyak pelaku usaha, mulai dari kuliner, tambal ban, hingga warung yang selama ini belum pernah terjamah pembayaran digital.

“Mitra-mitra warung, kios tambal ban, para penjual makanan seperti gerobak cilor, bakso, ketoprak dan lainnya sekarang tidak hanya berjualan secara tradisional saja, tetapi ikut mengadopsi teknologi dalam praktik bisnisnya. Kami sejak 2 bulan yang lalu memang telah mengajak mitra menggunakan QRIS. Saat ini totalnya sudah ada 1.000,” ujar Natalia di Jakarta.

QRIS Mudahkan Transaksi UMKM

Sementara itu, Vice President (VP) Online to Offline Bukalapak, Rahmad Danu Andika mengatakan, kehadiran QRIS bagi pelaku UMKM sangat membantu dari sisi metode pembayaran, sebab metode ini mudah digunakan berbagai kalangan dan juga aman.

Selain itu, adanya QRIS juga membantu para UMKM bersaing di tengah persaingan bisnis digital yang kian pesat, para UMKM tidak lagi tertinggal atau tak diperhatikan dengan perkembangan teknologi terkini.

Menurutnya, berdasarkan hasil survei internal Bukalapak, pada tahap awal ini para mitra Bukalapak yang telah menggunakan QRIS telah mengalami peningkatan transaksi penjualan sebesar 10 persen. Sebab dengan QRIS ini uang yang diterima oleh mitra Bukalapak akan langsung masuk ke dompet digital dan tercatat dengan baik, selain mendapatkan sentuhan teknologi, dan pencatatan arus dana, para mitra ini juga bisa mencairkan dana yang masuk secara fleksibel.

“Pembayaran nontunai yang diterima dapat langsung digunakan sebagai modal usaha karena aplikasi Mitra Bukalapak juga menyediakan kebutuhan usaha mereka,” papar Rahmad.

Wajib Daftar dan Kantongi Izin QRIS Paling Lambat Akhir 2019

Masa transisi pelaksanaan wajib QRIS ini hingga 31 Desember 2019. Oleh karena itu, Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) maupun lembaga switching (institusi yang bertugas melakukan kegiatan penerusan data dan/atau informasi transaksi QRIS antar PJSP) dan merchant aggregrator harus mendaftarkan diri dan mengantongi izin dari BI.

Syarat sebagai penyelenggara QR Code Payment adalah:

1. Seluruh penyelenggara QR Code wajib mendapat persetujuan dari BI

2. Penyelenggara wajib punya sistem dan aplikasi yang handal

3. Punya kemampuan identifikasi dan mitigasi risiko

4. Mampu melindungi nasabah seperti sengketa

5. Bisa memonitor transaksi di merchant dan nasabah

6. Mampu melakukan proses Know Your Customer (KYC) pada registrasi nasabah dan merchant yang benar

2020, Wajib Pakai QRIS!

Implementasi QRIS akan efektif berlaku mulai dari 1 Januari 2020. Transaksi pembayaran makin hari makin mudah, tapi hati-hati Sobat jangan makin mudah juga menghambur-hamburkan uang, tetap kelola keuanganmu dengan bijak.

Dear sister and brader onlineku sama-sama kita mendukung program Bank Indonesia untuk #majukanekonomiyuk mem-bhinneka-kan QR Code agar kita bisa menjadi bagian dari masyarakat cashless society jaman now dengan #pakaiQRstandar agar transaksi lebih aman, nyaman, dan efisien serta mendorong pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia Maju

Referensi :

Situs daring
https://www.cermati.com/artikel/amp/1-januari-2020-bayar-nontunai-wajib-pakai-qris-apa-itu
https://www.moneysmart.id/transaksi-uang-elektronik-memudahkan-masyarakat/%3famp
https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10522
https://amp.katadata.co.id/berita/2019/10/07/persaingan-bisnis-dompet-digital-makin-ketat-dan-mengerucut
https://amp.katadata.co.id/infografik/2019/07/16/linkaja-ovo-atau-go-pay-mana-yang-anda-pilih

You May Also Like

0 komentar