Kamis, 27 Juli 2017

Naungan Flysheet Kebersamaan BPJ RT 29


Searching di Google keyword “Backpacker Jakarta” >> Follow instagram @backpackerjakarta >> Hubungi CP dan submit data >> Join di BPJ RT 29

Yaah kira-kira begitulah flow ku gimana awalnya bisa join di Backpacker Jakarta. Padahal sebelum-sebelumnya aku udah join di komunitas pejalan yang lain. Tapi terbersit ingin join di BPJ gara-gara aku ga mudik waktu lebaran kemarin. Hey masih ingat kan artikel aku tentang Suaka Elang Loji Bogor? Itu awal banget masih join di BPJ dan kenal Mas Jo. Klik disini yes biar refresh.


Nah singkat cerita kurang lebih 100 orang kece pejalan-pejalan dengan berbagai tipe berkumpul di satu group whatsapp BPJ RT 29. Terus setelah wacana kopdar bombardir tiada henti akhirnya hari yang dinanti datang juga. Mau tahu keseruannya? Hmmm cuussssss
  


Minggu 23 Juli 2017, pagi-pagi group udah rame centang centing suara whatsapp. Instruksi “kumpul di Taman Cattley jam 10”. Boro-boro. Jam 10 aja aku baru kelar dandan dan bulu mata harus terpampang nyata mencakar langit-langit manja (ceritanya aku juga mau foto endorse hijab makanya dandan cetar). Ucuk-ucuk sampai juga aku di Taman Cattleya jam 11an deh kayanya (as always aku KRL’ers dari Stasiun Tanjung Barat turun di Stasiun Tanah Abang lanjut ouwjeck). Sampai disana aku kenalan dan salaman sama semua orang tapi ga inget siapa-siapa aja namanya *parah* Cuma beberapa orang aja yang kenal karena udah pernah ketemu sebelumnya. Tapi ternyata perut ini keroncongan. Tahu sendiri kan aku gampang laper? Sampe disana aku malah langsung cari makanan sumpah itu laper banget. Roti, ciki-cikian, brownies dari Kak Ece, sampai mie goreng punya orang ga tahu siapa aku makan. Huft. Karena masih kuranng nampol aku samperin Kak Yunita buat minta sosis. Masih tetep aja laper. Ah elah. Gpp yaa perut makan nasinya nanti aja.








Dan kemudian sambil cemal cemil manja , sambil menunggu kedatangan warga RT 29 yang lain, datanglah seseorang berselendang kotak-kotak hitam merah. Jengjengjengjeng. Mom namanya. Omaygaaattt kece cetar abis. Rambutnya badai kulitnya putih ahhh terawat banget. Mama kece nan kekinian. Aku bilang dalam hati “besok aku mau jadi emak2 gaul kaya mom pokoknya”. Terus akhirnya acara pun di mulai jam 12an dengan agenda awal perkenalan BPJ RT 29. Dengan Pak RT kita namanya Ramdhan dan Bu RT kita namanya Dian. Ramdhan itu face-nya dedek emesh banget dan orangnya asik. Dian, Bu RT yang insya allah nantinya bisa jadi seorang ibu rumah tangga yang sabar dan telaten. Untuk PIC Futsal dipegang Bang Giri si embul emesh. Bendaharanya Kak Yunita, dia juga salah satu panutanku selain Mom, orangnya keibuan dan penyayang. Admin instagram ada Mas Jo sama Kak Yulia. Mas jo udah ga asing lagi kan? Doi salah satu partner julitku, dan kalau Yulia, ughlalaaa cakep bet, kalem, cantik, ah pokoknya sesuatu, sabar, dan ga cuwawakan (cuwawakan itu apa yaa, kalau di Surabaya sejenis tukang ngomel ngoceh). Kemudian dilanjutkan perkenalan 46 warga BPJ RT 29. Rata-rata mereka semua single, or single taken, or single not available, or pure single.  Ini sedikit review beberapa warga BPJ RT 29.






Kemudian setelah bergiliran perkenalan warga satu per satu, masuk ke acara inti yaitu perkenalan Backpacker Jakarta tentunya. BPJ berdiri tanggal 5 April 2013 dengan founder nya Bang Emye. BPJ sendiri memilik beberapa club yang bisa diikuti yaiu Fotografi, Jelajah Masjid, Be The Light, Lari, Basket, Futsal, Badminton, Talent, Renang, Touring, Weekday Holiday, Klub Buku, Sejarah dan Museum. Dan saat ini BPJ sudah memiiki 30 RT. Waoowww fantastis yes, bayangin aja kalo 1 RT 100 warga berarti member BPJ sendiri ada 3000 warga. Kece kan. Kalau kamu join BPJ, kamu bisa ikut klub-klub nya, makin eksis, otomatis kamu bisa menambah relasi, bonusnya kali-kali ketemu jodoh (tetep yes).





 Nah setelah acara utamanya selesai kita masih stay on disitu sambil nunggu teman-teman yang datangnya nyusul. Ada juga beberapa warga yang balik duluan karena ada acara lain. Tiba-tiba gerimis syahdu mulai menerpa. Aku panik dong bulu mataku apa kabar nih. Dan untungnya bulu mata ini tidak terkena dampak yang luar biasa. Kece kan makanya aku selalu pakai Mascara dari Maybelline karena ga pernah mengecewakan *loh iklan*. Nah kecenya lagi mereka adalah makhluk Tuhan yang ga panik waktu gerimis syahdu. Hammock yang dipasang di gulung dan di simpen. Flysheet yang tadinya dijadikan alas duduk dijadikan terpal tempat kita bernaung dari gerimis manja sambil duduk melingkar. Ngebangunnya santai gitu ga panik. Kece kan. Tiba -tiba suasana hening dan yaahh mereka sibuk main hp sendiri. Akhirnya aku dengan terpaksa, menghilangkan kejaimanku, dan bertingkah memalukan. Atau malu-maluin? Entahlah. Yang pasti suasana yang tadinya dingin karena diterpa gerimis manja mendadak menjadi hangat dan penuh canda tawa.



Gerimisnya udah reda, datanglah teman-teman kloter terakhir. Ada Yulia, Yudit, Tian, Atung, Bang Sendi dan Kak Lauren. kalau Yudit, Atung, Bang sendi, dan Yulia aku pernah ketemu mereka sekali waktu meet up ala-ala. Ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Apalagi si kacamata manja yang waktu kopdar ga dipakai kacamatanya (re: yudit). Atung hmmm ga banyak yang bisa diungkapan, mungkin dia terlalu shock dengan kehadiranku. Bang Sendi dengan senyum-senyum malu khasnya. Kak Lauren akhirnya datang juga setelah terjebak macet yang manja banget di UKI. Warbyasah loh perjuangannya. Dan Tian amaze sih, luarnya pake baju ketat, jiwanya taat (peace bro).





Dan jengjengjengjeng kita kedatangan founder BPJ namanya Bang Emye. Brewoknya manja sih tapi ga terlalu suka yang terlalu brewok banget. Kecenya adalah beliau harus mampu menjadi panutan, menjadi penengah, menjadi pemimpin, sekaligus menjadi teman untuk ke seluruh warganya. Salut bro. Beliau berpesan agar menjaga nama baik BPJ, menjaga attitude, saling respect, menjaga kekompakan, dan banyak hal. Rules yang dibuat BPJ tidak serta merta untuk keuntungan satu pihak, melainkan continues improvement dari pengalaman-pengalaman selama trip BPJ menuju pendewasaan.



29ether to be gorgeous adalah moto kami. You know whats the meaning of gorgeous?  Gorgeous itu kece badai tiada tandingan, jadi spotlight, mentereng. Semoga dari first kopdar ini kita makin tahu dan kenal karakter satu sama lain. Karena menyatukan keinginan dan ngumpulin 100 orang itu ga gampang. Yang belum sempat join kopdar semoga next time bisa join. Tetep jaga kekompakan, saling respect, saling unch deh pokoknya. Dan yang pasti keep julit. Uyeeaahhhh

Loc; Tama Cattleya, Slipi, Jakarta Barat

Rabu, 19 Juli 2017

[Review] Herborist Minyak Zaitun, Kulit Sehat dan Lembab


Sudah ga asing lagi kan sama Brand Herborist? Kalau ke minimarket terus aku ke lorong peralatan mandi aku pasti langsung ngeh ada Brand Herborist (terutama produk lulur) karena packaging-nya warna hijau dan sedikit ethnic. Nah ternyata Herborist ini juga mengeluarkan produk yaitu Herborist Minyak Zaitun. Yeaayyyyyy aku berkesempatan mencoba produk ini gratis dari Lifull Produk. Mau tahu gimana first impression aku menggunakan minyak zaitun dari Herborist??


Pertama kali aku lihat adalah packaging-nya, bentuknya lucu dan pas ketika di genggam. Aku buka tutup botolnya langsung wangi bunga aromatheraphy. Ada sentuhan relaksasinya gitu. Dan waktu botolnya aku balik, minyak zaitunnya ga langsung tumpah jadi harus ditekan terlebih dahulu baru minyak zaitunnya keluar. Jadi aman banget kalau dibawa traveling. Apalagi kalau aku lagi traveling ke tempat yang dingin misal Bandung atau Bogor. Pasti telapak tangan aku jadi kasar dan kering. Iyuuuwwhhhh banget. Lalu Herborist Minyak Zaitun nya aku usap ke bagian telapak tangan aku, lembut dan dan ga lengket, seketika telapak tangan aku jadi lembab dan ga kering lagi. Bisa juga dipakai untuk melembabkan tumit, lutut, dan siku. Oh iya Herborist Minyak Zaitun ini juga bisa untuk pijat loh. Banyak kan manfaatnya.


Ternyata Herborist Minyak Zaitun mengandung Vitamin E, Antioxidant dan Olive Oil fungsinya sebagai nutrisi bagi kulit untuk melembabkan, melembutkan dan memperlambat penuaan dini pada kulit. Terdapat Biji Mojokeling yang dapat mengencangkan kulit, menjaga elastisitas kulit dan membuat kulit terasa segar.

Mau coba sensasi relaks dari Herborist Minyak Zaitun?? Kalian bisa beli di minimarket terdekat yaa. Harganya terjangkau kok +/- IDR 26.000 untuk sejuta manfaat bagi kulit.

Herborist Minyak Zaitun Rahasia Cantik Kulit Alami. Herborist Beauty by Nature

Senin, 17 Juli 2017

Seharian mengenang jejak mantan di Kota Kembang


Kalau kamu termasuk karyawan yang kerja shifting seperti aku, aku yakin kamu ngerasain libur yang tidak pasti. Padahal kan kita butuh kepastian. Itulah yang menyebabkan aku dan kamu tidak bisa bersatu. Kamu tidak memberikan aku kepastian tentang hubungan kita. Dan kamu meninggalkan aku tanpa sebab. Tapi terkadang meskipun kita tidak seperti dulu lagi, meskipun kisah kebersamaan kita sudah berakhir 1 tahun lalu, aku ingin sekali saja mengenangmu di kisah julitku.


Semua berawal dari perjalanan naik Kereta Argo Parahyangan jam 23.20 dari Stasiun Gambir dan tiba di Stasiun Bandung jam 02.45. Sambil menunggu subuh di lobby stasiun, ku seruput kopi hangat. Aaahhhh suasana dingin Bandung yang sudah tidak asing bagiku membuatku merindu tentang kamu. Bandung, kota kenangan awal jadian dan berakhir menjadi mantan. Untuk sehari ini saja, di waktu liburku yang berharga, aku ingin mengingat tentang kamu . Tentang rasa yang tertinggal dan masih membekas di hati, tentang destinasi yang kita kunjungi waktu itu.

Kabut syahdu tanpa ada kamu di Tebing Keraton


Dulu waktu aku masi sama kamu, Tebing Keraton belum se-booming saat ini jadi ga kepikiran untuk kesini. Aku melajukan motorku melewati jalan terjal dan berliku seperti hubungan kita dulu. Kabut-kabut manja menutupi hutan pinus, hawa dingin subuh begitu menusuk tubuh, semakin menambah syahdu suasana pagiku. Sekarang, ketika aku melihat sunrise yang malu-malu muncul menembus kabut itu, aku tidak pernah menyesal belum kesini sama kamu. Karena aku tahu Tuhan pasti punya rencana yang lebih indah buatku.


Tebing Keraton
HTM IDR 14K/ orang
Parkir motor IDR 5K

Dusun Bambu, masih tetap hits dari 4 tahun lalu.



Setelah mata puas dimanjakan sunrise di Tebing Keraton, kukebut motorku menuju Dusun Bambu sambil mengingat tentang kamu. Masih teringat jelas, 4 tahun lalu ada tempat wisata baru di Bandung yang fenomenal. Aku merajuk sama kamu untuk datang ke tempat tersebut. Itu kedua kalinya aku nge-date bareng kamu naik motor menempuh waktu 1.5 jam dari Kota Bandung. Suasana pedesaan melewati pematang sawah, resort yang di kelilingi danau buatan, terik matahari dingin udara sejuk yang menyinari resto sangkar burung ciri khas Dusun Bambu, suara menenangkan jiwa dari gesekan daun-daun pohon pinus. Bedanya sekarang ada playground yang ramah anak, ada spot foto menggunakan hammock, ada taman-taman cantik mengelilingi tulisan Dusun Bambu. Tapi tidak ada kamu lagi.


Dusun Bambu
HTM IDR 25K/ orang

Floating Market, tempat nge-date pertama kita



Setelah nostalgia manja di Dusun Bambu, kulajukan lagi motorku dengan medan berkelok naik turun menuju Floating Market. Menatap nanar, aku teringat 1 minggu setelah jadian, kamu mengajak aku nge-date untuk pertama kalinya. Floating Market saksi bisu bahwa aku dan kamu pernah saling menggenggam erat tangan satu sama lain. Sambil mengitari pasar terapung buatan, melihat keluarga bermain bebek-bebekan, membahas obrolan ringan tentang masa depan. Seiring waktu ternyata kita tidak bisa lagi berjalan berdampingan. Floating Market pun kini semakin berkembang. Di dalamnya sekarang ada kolam renang khusus perempuan, ada taman-taman cantik dan arena bermain outbound, ada juga spot foto sekaligus penyewaan hanbook dan kimono ala Jepang dan Korea. Semakin inovatif. Sayang sekali untuk harga sewa kimono dan hanbook seharga IDR 75K terlalu mahal menurutku. Mungkin kalau aku kesitu lagi sama kamu, aku akan merengek habis-habisan agar kita bisa berfoto ala oppa dan unnie Korea. Tentu kamu masih ingat kan destinasi impianku Jepang dan Korea???


Floating Market
HTM IDR 25K/ orang free kopi/ coklat panas
Parkir Motor IDR 10K

Boscha, destinasi impian yang tidak menjadi kenyatan


Hari menjelang sore, dan aku harus mengejar kereta kembali ke Jakarta. Ku putuskan untuk menyudahi nostalgiaku dengan Floating Market dan menuju ke suatu tempat. Kamu pasti ingat Film Petualang Sherina kan? Mengambil setting penculikan Saddam di Boscha, akupun juga ingin ‘menculik’ kamu mengunjungi tempat tersebut. Namun karena Boscha bukan tempat wisata melainkan tempat penelitian, perlu perijinan ketat untuk masuk ke dalamnya. Jadi teringat akan kamu yang tidak diijinkan menjalin hubungan denganku oleh orang tuamu. Mungkin itu juga salah satu sebab kamu tidak pernah mengenalkan aku ke keluargamu.

Observatorium Boscha
Kunjungan umum hanya di hari sabtu jam 09.00 - 13.00

Farm House, tempat yang baru ada ketika aku dan kamu sudah tidak bersama.



Setelah mengunjungi Boscha, kukebut lagi motorku melewai jalanan menuruni Lembang yang macet dan kemacetan itu karena adanya Farm House. Yaa Farm House, baru ada sekitar 1 tahun lalu. Mengangkat tema wisata ala-ala Belanda dan yang menjadi daya tarik adanya rumah hobbit. Teringatku akan kamu yang suka nonton The Lord Of The Ring. Tak banyak yang bisa aku katakan tentang Farm House. Tempatnya kecil dan selalu penuh dengan pengunjung yang selfie disana sini. Tapi ada satu spot yang menarik bagi pasangan, yaitu adanya gembok cinta. Sayang sekali kamu bukan travel-mate ku lagi. Dan kunci gembok hatimu mungkin sudah berpunya di lain hati.



Famr House
HTM IDR 25K/ orang free susu segar
Parkir Motor IDR 10K


Kusudahi perjalananku ini mengenang tentangmu yang pernah mengisi hariku. Kembali ke Jakarta tempatku untuk mengejar asa. Dear mantan, terima kasih sudah menjadi bagian masa laluku. Melukiskan kisah pahit manis ketika menjalin hubungan denganmu. Menjadikan setiap sudut Kota Bandung mengingatkan aku tentangmu. Aku tidak pernah menyesal mengenalmu. Dari mantanmu yang sekarang makin cantik dan julit.

*kalau mau sewa motor di Bandung cek aja instagram @sewa_motor_bandung 

Rabu, 12 Juli 2017

[Review] Sariayu Gili Lombok, Inspirasi ayu-nya Indonesia


Hai gengs kali ini aku mau review produk dari Sariayu tren warna Gili Lombok dengan tagline “Inspirasi Gili Lombok the Colour of Asia”. Untuk Lip Colour-nya aku pakai GL 06 dan untuk liquid eyeshadow-nya GL 05.



Warna GL 06 sendiri lebih ke burgundy shade dan cenderung menampilkan kesan gothic eksentrik tapi seksi. Kemasan untuk lip colour nya sendiri berbentuk tabung dengan 2 sisi terdiri dari matte dan glossy yang berlawanan sisi. Setelah beberapa kali pemakaian ternyata tulisannya luntur dan hilang. Jadi agak menyusahkan kalau ternyata kita ingin mengaplikasikan lipstick matte tapi ternyata yang kita buka sisi lipstick glossy. Bukan hanya tulisan saja, tapi ornamen desain di tube nya juga luntur. Padahal harganya lumayan mahal, tapi terkesan murah karena tampilannya jadi jelek.


Untuk aplikator lip colour-nya juga easy to apply, tapi gelnya agak sedikit kental dan menggumpal. Jadi ketika diusap ke bbir ga bisa langsung cover. Karena produk sariayu ini dari bahan-bahan alami dan ramah lingkungan jadi ada berasa aroma berry di lip colour. Harga yang di bandrol sekitar IDR 99K dan untuk duo lip colour shade GL 06 ini ternyata paling laris loh. Aku kasi rate 8.2



Lalu untuk liquid eyeshadow aku pakai GL 05. Kemasan eyeshadow sama dengan lip colour, tabung dengan 2 sisi tapi beda warna. Untuk GL 05 sendiri terdiri dari warna coklat dan orange. Ukuran tube nya lebih pendek dari lip colour. Dan setelah beberapa kali pemakaian untuk ornamen di tube nya juga luntur. Untuk aplikatornya sendiri juga easy to apply. Tapi warna shimmer-nya natural gitu sekali usap kurang muncul jadi ga nyata. Jadi harus ditambah eyeshadow base biar makin nyata. Liquid eyeshadow nya juga bisa buat highlight dan shading jadi multifungsi. Harganya di bandrol IDR 88K. Aku kasi rate 8.





Nah dengan 2 produk lokal dari sariayu tren warna Gili Lombok, bisa dijadikan highlight, shading, dan lisptick. Tetep julit kan gengs. Selamat mencoba gengs.